Pentingnya Air Bagi Kelangsungan Makhluk Hidup

Pentingnya Air Bagi Kelangsungan Makhluk Hidup

Setiap makhluk hidup pasti memerlukan air untuk kelangsungan hidupnya. Manusia, hewan dan tumbuhan semuanya memerlukan air. Kandungan air dalam tubuh manusia terdiri dari 60%-70% dari berat tubuh. Oleh karena itu, manusia diwajibkan untuk mengkonsumsi air setiap harinya. 

Air sangat penting bagi organ-organ tubuh manusia agar dapat bekerja dengan baik. Apabila tubuh kekurangan cairan, maka secara otomatis tubuh akan mencari sumber air dari komponen tubuh sendiri misalnya darah, yang menyebabkan kadar air dalam darah berkurang. Akibatnya darah menjadi kental, sehingga perjalanan darah sebagai alat transportasi oksigen dan zat-zat makanan akan terganggu.

 Pentingnya air untuk manusia, diantaranya:

1.    Untuk makan dan minum.

2.    Mencuci pakaian dan peralatan makan.

3.    Sebagai alat transportasi air seperti kapal, perahu dan sampan.

4.    Sebagai tenaga pembangkit listrik.

5.    Menjaga kelembaban sekitar. 

Hewan juga sangat memerlukan air, diantaranya:

1.    Untuk minum.

2.    Memproduksi susu misalnya, kambing dan sapi.

3.    Sebagai tempat hidup misalnya ikan, udang, dan hewan air lainnya.

4.  Air untuk membersihkan tubuh, misalnya kerbau yang membersihkan tubuhnya dengan cara masuk ke dalam air.

5.   Sebagai alat perlindungan diri, misalnya kuda nil yang menghabiskan waktunya di air untuk menghindari terik matahri di siang hari.

6. Sebagai senjata misalnya, ikan pemanah menyemprotkan air untuk mengambil serangga dalam jarak beberapa meter.

7.    Untuk menjaga suhu tubuh ketika udara panas.

Selain manusia dan hewan, tumbuhan juga sangat memerlukan air untuk kelangsungan hidupnya. Tumbuhan akan mati jika tidak mendapatkan air yang cukup. Karena air sangat diperlukan tumbuhan diantaranya untuk:

1.    Membantu proses fotosintesis.

2.    Menjadi sumber kehidupan bagi tumbuhan.

3.    Menjadi pengangkut zat hara dan nutrisi dari tanah ke tumbuhan.

4.    Sebagai pendorong proses respirasi dan pergerakan tumbuhan.

Air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui. Air tidak akan pernah habis meskipun dipakai oleh seluruh makhluk hidup.Tahukah kalian mengapa air tidak pernah habis?

Yups, air tidak pernah habis karena air mengalami perputaran atau siklus air. Perhatikan gambar siklus air berikut!

                                                          Sumber:www.gurupendidikan.co.id

       Tahapan-tahapan dalam Siklus Air

1.    Evaporasi

Daur air dilakukan mulai dari proses evaporasi. Evaporasi ialah proses penguapan air yang ada di permukaan bumi dikarenanya adanya energi panas dari matahari. Air dalam bentuk cair dari berbagai macam sumber air (seperti laut, danau, sungai, tanah, dan lain sebagainya) berubah menjadi uap air dan menguap ke atas lapisan atmosfer. Semakin besar panasnya matahari yang sampai  di permukaan bumi, maka laju eveporasi juga akan semakin besar.


2.    Transpirasi

Selain berasal dari sumber air secara langsung, penguapan pada daur air di permukaan bumi juga dapat terjadi pada jaringan tumbuh-tumbuhan. Penguapan seperti ini disebut juga transpirasi.


3.    Sublimasi

Sesudah dari penguapan, sublimasi juga berkontribusi dalam pembentukan uap air. Sublimasi ialah proses pada saat es berubah menjadi uap air tanpa fase cair. Sumber utama air dari proses sublimasi ialah lapisan es dari kutub utara, kutub selatan, dan es di pegunungan. Dalam daur air, sublimasi merupakan proses yang lebih lambat dari penguapan.


4.    Kondensasi

Pada saat air menguap menjadi uap air, maka akan naik ke lapisan atas atmosfer. Di ketinggian yang terbatas, uap air berubah menjadi partikel es yang berukuran sangat kecil dikarenakan pengaruh suhu udara yang sangat rendah. Proses ini ialah kondensasi. Partikel-partikel es akan sama-sama mendekati satu sama lain, bersatu selanjutnya membentuk awan dan kabut di atas langit.


5.    Pengendapan

Awan (uap air yang terkondensasi) pasti akan turun ke permukaan bumi sebagai hujan karena pengaruh  perubahan suhu. Apabila suhu sangat rendah di bawah 0 derajat, setetes air jatuh sebagai salju atau hujan es. Melewati salah satu proses di dalam daur air ini, air selanjutnya masuk kembali ke lapisan litosfer.


6.    Presipitasi

Presipitasi adalah proses terjadinya hujan akibat makin beratnya titik air, salju, dan es yang ada di awan. Presipitasi dapat berwujud hujan air, hujan es, hingga salju.



7.    Infiltrasi

Setelah hujan, tidak semua air terbawa melalui tahap limpasan. Beberapa di antaranya bergerak jauh ke dasar tanah. Air ini disebut juga air infiltrasi. Air yang merembes ke dasar tanah dan menjadi air tanah.


8.    Run off

Run off atau limpasan adalah proses air yang sedang mengalir di atas permukaan bumi atau air bawah tanah yang kembali mengalir menuju laut sebagai tempat tujuan akhir aliran. Air tersebut berpindah dan bergerak ke tempat yang lebih rendah melalui saluran-saluran air seperti sungai dan siring hingga  masuk ke dalam danau, laut, dan samudra. Pada langkah daur air ini air masuk lagi ke lapisan hidrosfer. Setelah mencapai laut, air akan kembali mendapatkan siklus daur air pertama yakni evaporasi dan  begitu seterusnya mengikuti tahapan yang ada.  



Nah, sekarang kalian sudah tahukan mengapa air tidak dapat habis? Meskipun demikian kita harus tetap menjaga dan melestarikan air. Air yang bersih dan sehat sangat bermanfaat untuk makhluk hidup. Bagaimana cara menghemat air? Tuliskan di kolom komentar yaa 😊



Komentar